Rabu, 28 September 2016

Puisi Rindu


Pagiku,
Kerinduanku,
Dalam diam fajar menyingsing tanpa ragu
Membangunkan jiwa yang sempat tebelenggu
Seutas lantunan Do’a dan harapanku
Menitihkan secerca harapan,
Harapan yang seluas lautan dosa segera terampunkan

Subuhku,
Engkau tau…
Dalam diam dan do’a insan yang resah takkan berhenti berharap
Seolah kau datang hadirkan kedamaian
Meneteskan jernihnya embun pagimu dalam keindahan
Menambah kerinduanku

Subuhku,
Engkau menemaniku dalam langkah kecilku
Serasi antara tahazudku hingga subuh menyapa kerinduanku
Senyum manismu dalam diam
Doa terucap kelautan terselam hingga dalam

Subuhku seakan membara
Selepas kasih menyapa
Tersenyum hingga kerinduan tersapa
Selepas insanpun sadar
Cinta dalam diampun tak terlepaskan
Hingga bertahtakan perisai mawaddah

Symponi Subuh

                                    Karya: Kang Yadi


Rabu, 21 September 2016

Memandang masa depan


Kini musim telah berganti
Begitu juga hari dan bulan
Siang yang begitu panas
Malam yang begitu dingin
Inilah suasana dalam hati setiap insan

Melihat kearah depan
Memandang masa depan
Mencari sinar ketika gelap
Teringat selama ini pengorbanan yang telah kau berikan
Kurasa semua itu telah cukup membuatmu lelah
Lagi kulihat kearah depan
Yakin akan ada sinar kebahagian yang sedang menanti
Dimana pengorbananmu akan kutukar dengan sebuah kesuksesan dan kebahagiaan

Lantas bagaimana aku mendapatkannya??
Lalu aku kulihat ombak
Ombak yang selalu menerjang apapun yang dilaluinya
Ombak yang selalu berjalan maju
Dan aku sadar ombaklah jawabannya
Dimana untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan itu
Tak semuda membalikan tangan
Ombak mengajarkanku berjalan kedepan
Ombak mengajarkanku tentang kekuatan
Kekuatan untuk tetap melangkah walau begitu banyak yang menghadang
Pinta ku kepada-Mu sang Pencipta
Ijinkanlah hamba adalah salah satu alasan
Alasan untuk membuatnya terseyum
Alasan untuknya bahagia hari ini dan hari depan nanti

                                    Karya: Kang Yadi

puisi terkait :

Minggu, 18 September 2016

Potret kehidupan

potret kehidupan

Inilah kehidupan…
Ketika kaki ini melangkah
Kudapati kehidupan yang amat sangat menggugah hati ini
Mereka begitu kumal dan kusam
Tubuh yang terus tersengat matahari ketika panas
Kedingingan ketika hujan datang
Semua itu tak mereka hiraukan

Jalanan adalah tempat mereka
Tempat mengais rezeki
Meminta belas kasihan tuan dan nyoya
Kadang kalah mereka menginginkan sebuah hal
Menginginkan hidup layak seperti mereka

Mereka yang diatas merasa paling berkuasa
Mereka yang dibawah semangkin tertindas
Rumah-rumah dihancurkan
Sudahkah puaskah tuan dan nyoya
Sudah cupuk mereka miskin
Jangan kau tindas pula mereka
Kini mereka menahan tangis dan pilu
Seakan menganggap hidup ini tak adil
Atau ini sudah takdir yang harus mereka terima

Inilah sebuah potret kehidupan
Ada yang diatas dan ada pula yang dibawah
Yang diatas terus berkuasa
Yang dibawa terus tertindas


Jumat, 16 September 2016

Ada Cahaya Di balik Awan Hitam


Matahari, langit, bumi, dan manusia
Semua itu begitu sangat menyimpan makna tersendiri
Dimana  kehidupan itu terlalu kaya untuk dilukiskan dengan kata-kata
Mengapa demikian…
Tentu jelas seperti apa yang dirasakan oleh hati seseorang
Hati yang rentan terluka
Seakan hidup tak berarti apa-apa
Gerimispun turun membasahi bumi
Deras, semangin deras guyuran air hujan turun
Sepanjang ingatan yang panah
Ada cerita dibalik hujan
Tiap hujan juga punya jejaknya tersendiri
Hujanpun berhenti…
Hati ini sadar…
Pasti akan ada cayaha dibalik awan hitam
Cahanya dimana akan membawa ku kejalan yang benar
Jalan yang engkau ridhoi
Yaitu jalan menuju surga-Mu


Minggu, 11 September 2016

This is me


Inilah aku..
Aku yang akan terus mendaki
Mendaki hingga ku dapatkan
keindahan yang aku inginkan
inilah aku..

Aku hanya mampu,
Belajar menjadi lebih baik
Belajar untuk  lebih lembut hati
Belajar untuk lebih mengerti
Belajar untuk lebih tulus
Belajar untuk lebih ikhlas
Belajar untuk lebih mengontrol emosiku

Inilah aku..
Aku yang masih seperti bocah kemarin yang dilahirkan
Aku yang sangat sedikit pemahamanku tentang agamaku
Tapi kejujuran hati ini berkata
Seperti karang yang tetap kokoh
Walau diterpa ombak

Seperti hati ini yang akan tetap dalam satu tujuan
Tujuan untuk terus memperbaiki diri
Belajar dan terus belajar memahami pengetahuan tentang
Islam sebenarnya
Memahami tenang hakikat ku sebagai seorang anak
Hakikatku sebagai seorang muslim
And my religion is a reflection of my life


Jumat, 09 September 2016

Melukis Dalam Anganku


Menyukai seni memang hal yang paling aku sukai
Melukis,menggambar itu bagian dari seni dan itu adalah salah satu hobi yang aku sukai
Setelah apa yang telah aku lukis, semua itu hanya sekedar hobiku.
Akan tetapi setelah apa yang tergambar dan terlukisan..
Aku yakin suatu saat  akan ada satu lukisan yang akan
Aku ingat selalu ..
Setiap sapuannya akan menimbulkan hal baru
Setiap ayunan kuas cat yang akan memberikan warnah dalam hidupku
Ia kamu,,
Kamu yang akupun tidak tau darimana kamu berasal dan berada
Tapi semua itu akan tergambar jelas ketika waktu akan mempertemukan kita