Senin, 15 Mei 2017

Seutas Ranting Dalam Keramaian


Malam..
Bukan bentuk sebuah kesepian
Bukan pula bentuk kesunyian
Dia ada namun tak tampak dalam indra
Dia seperti tempat persenbunyian teraman
Melewati komponen komponen sinar yang makin meredup
Mungkin dia adalah hal yang paling kau benci

Atau mungkin pula dia adalah sesuatu yang paling kau tunggu

Bersembunyi dibalik dirinya kadang menbuatmu tenang
Tidak terusik oleh sesuatu yang mengganggumu
Ya dia..
Dia sang malam
Malam yang begitu mneyejukkan
Ya,, terkadang malam itu menyejukkan
tapi tidak dengan malam ini

Malam ini sangat ramai
Tak seperti malam-malam sebelumnya
Aku lelah dan kau juga
Seutas kesibukan yang ada diwaktu siang

Malam..
Engkau selalu datang dalam hening
Seakan mengobati lelah ini
Tapi kemana engkau pergi
Keheningan yang seharusnya aku dapati
Kau pergi.. terhempas bagaikan dedaunan yang berterbangan

Seutas ranting jatuh menenangkan lelah ini
Ia,, seutas ranting dikeramaian malam
Seakan aku bertanya dalam diam
Apakah ini pertanda saat dimana aku tak lagi sendiri
Entahlah.. hanya sang malam dan Engkau yang tahu

Trimahkasih sang ranting
Kau memecahkan keramaian menjadi hening
Kebisingan,lelah seakan menjadi sejuk kembali 

Rabu, 05 Oktober 2016

Kunci Kebahagiaan


Kebahagiaan memang dinantikan setiap insan
Kebahagiaan ku merindukanmu..
Hanya akan ada satu kunci kebahagian dalam hidup ini
Dimanakah kunci itu berada..?
Ia..kunci itu ada dalam diri kita sendiri

Sudahkah kita hidup dalam kebahagiaan
Benar,senang jika kita telah menikmati kebahagiaan
Lupa, ia lupa ketika kita menikmati kebahagiaan
Lupa akan satuhal mendapatkan kebahagiaan
Menikmati nya dengan kerakusan

Lupa dalam membagi kebahagian yang telah dimiliki
Kerasukan menguasai diri
Tak pandang masih banyak insan yang membutuhkan kebahagian
Itulah dia kebahagiaan yang salah

Kunci kebahagiaan dipegang dengan cara yang salah

Seperti apa kebahagiaan yang seharusnya 
ia,, menikmatinya dengan benar
memngingat bahwa kebahagiaan itu bukan sepenuhnya milik kita
membagikannya dengan keringanan tangan kita
kepada siapa..?
ia,, kepada orang yang lebih membutuhkan ulur tangan kita
Itulah kebahagian yang seharusya dimiliki setiap insan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Symponi Udara


Kita hidup perlu belajar
Kita hidup juga perlu keseimbangan
Antara Ilmu,kesibukan dan Agama
Semua itu tidak kemungkinan
untuk membuat kesuksesan ada digenggaman tangan kita
Di ibaratkan menangkap sesuatu yang mengudara
Sulit bukan menangkap segalanya yang melayang diudara

Akan tetapi satu hal yang harus kita ketahui
Jangan takut untuk bertindak
Jangan takut untuk memulainya lebih awal
Menjadi yang terdepan
Membuat gebrakan baru
Melakukan segala sesuatu yang besar dan meyakini
Bahwa aku bisa melakukannya

Symponi Udara


Rabu, 28 September 2016

Puisi Rindu


Pagiku,
Kerinduanku,
Dalam diam fajar menyingsing tanpa ragu
Membangunkan jiwa yang sempat tebelenggu
Seutas lantunan Do’a dan harapanku
Menitihkan secerca harapan,
Harapan yang seluas lautan dosa segera terampunkan

Subuhku,
Engkau tau…
Dalam diam dan do’a insan yang resah takkan berhenti berharap
Seolah kau datang hadirkan kedamaian
Meneteskan jernihnya embun pagimu dalam keindahan
Menambah kerinduanku

Subuhku,
Engkau menemaniku dalam langkah kecilku
Serasi antara tahazudku hingga subuh menyapa kerinduanku
Senyum manismu dalam diam
Doa terucap kelautan terselam hingga dalam

Subuhku seakan membara
Selepas kasih menyapa
Tersenyum hingga kerinduan tersapa
Selepas insanpun sadar
Cinta dalam diampun tak terlepaskan
Hingga bertahtakan perisai mawaddah

Symponi Subuh

                                    Karya: Kang Yadi


Rabu, 21 September 2016

Memandang masa depan


Kini musim telah berganti
Begitu juga hari dan bulan
Siang yang begitu panas
Malam yang begitu dingin
Inilah suasana dalam hati setiap insan

Melihat kearah depan
Memandang masa depan
Mencari sinar ketika gelap
Teringat selama ini pengorbanan yang telah kau berikan
Kurasa semua itu telah cukup membuatmu lelah
Lagi kulihat kearah depan
Yakin akan ada sinar kebahagian yang sedang menanti
Dimana pengorbananmu akan kutukar dengan sebuah kesuksesan dan kebahagiaan

Lantas bagaimana aku mendapatkannya??
Lalu aku kulihat ombak
Ombak yang selalu menerjang apapun yang dilaluinya
Ombak yang selalu berjalan maju
Dan aku sadar ombaklah jawabannya
Dimana untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan itu
Tak semuda membalikan tangan
Ombak mengajarkanku berjalan kedepan
Ombak mengajarkanku tentang kekuatan
Kekuatan untuk tetap melangkah walau begitu banyak yang menghadang
Pinta ku kepada-Mu sang Pencipta
Ijinkanlah hamba adalah salah satu alasan
Alasan untuk membuatnya terseyum
Alasan untuknya bahagia hari ini dan hari depan nanti

                                    Karya: Kang Yadi

puisi terkait :

Minggu, 18 September 2016

Potret kehidupan

potret kehidupan

Inilah kehidupan…
Ketika kaki ini melangkah
Kudapati kehidupan yang amat sangat menggugah hati ini
Mereka begitu kumal dan kusam
Tubuh yang terus tersengat matahari ketika panas
Kedingingan ketika hujan datang
Semua itu tak mereka hiraukan

Jalanan adalah tempat mereka
Tempat mengais rezeki
Meminta belas kasihan tuan dan nyoya
Kadang kalah mereka menginginkan sebuah hal
Menginginkan hidup layak seperti mereka

Mereka yang diatas merasa paling berkuasa
Mereka yang dibawah semangkin tertindas
Rumah-rumah dihancurkan
Sudahkah puaskah tuan dan nyoya
Sudah cupuk mereka miskin
Jangan kau tindas pula mereka
Kini mereka menahan tangis dan pilu
Seakan menganggap hidup ini tak adil
Atau ini sudah takdir yang harus mereka terima

Inilah sebuah potret kehidupan
Ada yang diatas dan ada pula yang dibawah
Yang diatas terus berkuasa
Yang dibawa terus tertindas


Jumat, 16 September 2016

Ada Cahaya Di balik Awan Hitam


Matahari, langit, bumi, dan manusia
Semua itu begitu sangat menyimpan makna tersendiri
Dimana  kehidupan itu terlalu kaya untuk dilukiskan dengan kata-kata
Mengapa demikian…
Tentu jelas seperti apa yang dirasakan oleh hati seseorang
Hati yang rentan terluka
Seakan hidup tak berarti apa-apa
Gerimispun turun membasahi bumi
Deras, semangin deras guyuran air hujan turun
Sepanjang ingatan yang panah
Ada cerita dibalik hujan
Tiap hujan juga punya jejaknya tersendiri
Hujanpun berhenti…
Hati ini sadar…
Pasti akan ada cayaha dibalik awan hitam
Cahanya dimana akan membawa ku kejalan yang benar
Jalan yang engkau ridhoi
Yaitu jalan menuju surga-Mu